Tampilkan postingan dengan label Suka-suka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suka-suka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

"Stop Kekerasan Verbal" #SatuMulai #AndroidOne


Sadarkah kita, terkadang tak selalu tertawa bersama itu adalah hal yang menyenangkan? Iya, karena tawa itu menggelegar saat kita mengejek atau bahkan menghina seorang teman yang berpura-pura ikut tertawa dan menertawakan kekurangannya. Kasus tersebut sering kali kita temui di pergaulan sehari-hari.
Saat dia ikut tertawa, kita tidak tahu apa sebenarnya yang dia rasakan karena teman-temannya justru senang mencela dan menjadikannya bahan olokan. Kita tidak tahu apakah dia merasa tersakiti hatinya. Bahkan kita tidak tahu apakah disaat menyendiri, dia meratapi kekurangan yang selalu menjadi hinaan dari teman-temannya.
Oleh karena itu, berangkat dari pertemanan yang sehat dan baik, penulis ingin membuat sebuah Video Message Project sebagai social movement yang coba menyemangati dan lebih menghargai teman-teman yang sering menjadi bahan olokan atau dihina untuk ditertawai.

Senin, 21 Juli 2014

Belajar Dari Anak Kecil

Tak selalu kematangan usia menunjukan kedewasaan seseorang. Dewasa adalah suatu sikap yang dilandasi oleh pemikiran yang berdasarkan nurani.


Check this article, Guys :)

Kamis, 03 Juli 2014

Kenapa Saya #AkhirnyaMilihJokowi

Pilpres 2014 adalah sesuatu yang sangat istimewa bagi saya. Kalau di Pilpres-pilpres sebelumnya saya golput (yaiyalah, usia saya belum mencukupi), kali ini saya memantapkan hati untuk memilih. Ini adalah titik awal saya sebagai seorang anak bangsa untuk menentukan nasib negeri tercinta lima tahun ke depan.
Dua pasangan telah tersedia, dua kandidat yang paling menjadi sorotan. Prabowo & Jokowi. Pada awalnya, ketika capres-capres mulai muncul dari partai-partai yang mengusung jagoannya masing-masing, saya masih agak kebingungan untuk menentukan pilihan. Tapi feeling saya mengatakan bahwa nama-nama itu pasti akan segera berguguran seiring berjalannya waktu dan rasionalitas partai-partai itu. Dan benar saja, hingga kini hanya menyisakan dua nama. Prabowo & Jokowi.

Dalam tulisan ini saya mencoba menggunakan perspektif saya sebagai masyarakat dan mahasiswa. Ketika melihat Prabowo Vs Jokowi saya langsung berasumsi ini sudah pasti settingan Amerika. Tokoh Prabowo sengaja dibuat culas, antagonis, dan cenderung negatif. Sedangkan Jokowi dibuat begitu bersahaja, tokoh baik yang selalu mengalami ujian berupa fitnah-fitnah yang sudah diatur dengan sengaja untuk memberikan pembeda dengan Prabowo. Entah karena terlalu sering menonton film-film Hollywood tentang politik konspirasi, atau karena alur pemikiran saya sebegitu tendensiusnya mengarah kesana. Pokoknya, saya melihat ada setting besar yang mengatur pilpres memang akan berjalan sedramatis ini, antara Si Jahat Vs Si Baik.

Tapi lama-lama saya muak juga dengan cara pandang tersebut. Saya ikuti alurnya dan akhirnya menetapkan pilihan. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada capres yang satunya, saya memilih untuk mempercayakan suara ini untuk seseorang yang memang bekerja untuk mengabdi bukan karena ambisi, yang bersahaja untuk memberi contoh bukan yang berkoar karena emosional, yang memanusiakan manusia untuk kesejahteraan bersama bukan yang menghina bangsanya sendiri, yang menyelesaikan masalah dengan dialog dan kepala dingin bukan yang marah-marah lalu melempar sesuatu.

Ya! Jokowi adalah harapan. Indonesia butuh pemimpin yang menjunjung pluralisme untuk menjadikan keberagaman adalah kekuatan dan keindahan, bukan yang memiliki sudut pandang sempit bahwa Indonesia harus kembali mengaung dan memberantas apapun yang menjadi hambatan. Jokowi memberikan contoh nyata dari ketegasan dengan kebijakan-kebijakannya yang konsekuen, bukan yang sekedar intonasi dan mimik wajah garang (tegas apa buas?). Jokowi adalah antitesa dan pemimpin-pemimpin sebelumnya yang memilih menjadi diri sendiri, ketika yang satunya sibuk mencari persamaan dengan tokoh-tokoh tertentu dan pada akhirnya hanya menjadi prototype saja. Kasihan.

Ketika saya Akhirnya Milih Jokowi saya yakin ini bukanlah pilihan seorang minoritas, masyarakat awam atau pun mahasiswa bau kencur, karena orang-orang idealis semacam JRX SID, Pandji, Jflow, Butet Kartaradjasa, hingga artis seperti Cinta Laura juga memberikan dukungannya untuk Jokowi, saya yakin ini adalah suara rakyat Indonesia. Coba pikirkan betapa asiknya kita bersama orang-orang kritis itu nanti bisa mengawal dan mengkritisi presiden yang kita pilih sendiri dengan hati, dan pemerintahan serta birokrasi yang ada nanti bukanlah musuh masyarakat yang mempersulit yang mudah dan memahalkan yang murah. Bayangkan betapa damainya negeri ketika pemimpinnya adalah wajah kita sendiri, betapa nikmatnya hidup dengan pemimpin yang memanusiakan manusia, dan betapa bahaginya kita hidup dengan pemimpin yang memberikan harapan serta kerja nyata bukan menebar ketakutan dan retorika belaka. Wahai rakyat Indonesia bukalah mata hati dan pikiran, buang jauh-jauh fanatisme buta dan pemikiran sempit. Mikir!

Senin, 24 Maret 2014

Dear You

Dear You


                After all this time, finally I do this for you. Write a love letter to you. Even, I don’t know who are you or what kind of you, I just want to make it, then I made it. Dear you, how are you when I was writing this letter for you? Did you want ask me the same question? How can I care about you? Someone who’s living in my abstraction, my perfection, far from reality. People’s think I’m weird when I talk about you, talk about our future, our house, our holiday, our time and our children. But I don’t care about them, I just care about us.

                Dear you, I know that someday we will meet up, I’ll be your pieces of perfect things, and you will be my favorite part of the life. I know you already to prepare anything to do, like I am. I know you have same things to believe, that’s destiny would called us together, that’s God prepare us about the best master plan. In the time, you and me, together against the world, we beat the war, winning every match, and tell them how strong we are.

                Dear you, please help me to make you out of my mind. Stop dancing around my head, stop singing in my ear, stop to come inside the air that every breath when I take. Let’s go out and become a reality, here! I promise to you, I will show you how to be a crazy, how to do the weird thing, how to be an insane, like we used to be in my imagination. Dear you, if we can’t, I just hopes one thing, I hope we will always meet in our eternal dreams and fading out together.  

Kamis, 13 Februari 2014

Tips Ngegebet Cewek Perfeksionis

Pernah suka sama cewek tapi gak pernah tau apa dia suka juga sama lo? Kalem guys, itu tandanya lo belum tentu ditolak, tapi belum pasti diterima juga. Hahaha. Terus lo heran kenapa dia masih datar-datar aja sama lo, padahal cewek-cewek lain klepekan sama lo. Belum tentu itu karena lo kurang menarik, bisa jadi karena cewek yang lo taksir adalah seorang yang perfeksionis. Nah! gue bakal bagi beberapa tips nih buat naklukin cewek perfeksionis.

1. Jangan Caper

Cewek perfeksionis biasanya paling males nanggepin cowok yang caper. Lo harus fokus kalau emang mau dapetin dia, kurang-kurangin modusin cewek lain, kecuali kalau emang lo lagi random deketin cewek mana aja. Atau kalau mau aman, lo modusin cewek lain tapi jangan sampe ketauan si dia. Hehehe.

2. Jaga Image

Lo harus jago menempatkan diri, guys. Misalnya, kalau lo seorang mahasiswa terus jalan sama dia ke toko buku, lo harus keliatan lebih pinter dari dia. Seenggaknya lo sok-sokan rekomendasiin buku buat dia, atau bisa kasih pandangan tentang buku-buku tertentu, meskipun itu hasil dari baca sinopsis doang.

3. Cari tau tipe cowok idamannya

Gampang guys, lo cuma harus jadi The Great Stalker. Sering-sering aja stalking twitter, facebook, path, atau friendster punya dia. Cewek perfeksionis jaman sekarang gak bakal jauh-jauh dari gituan kok.  Atau lo bisa tanya langsung di twitter pake hastag-hastag gitu, biar dia semangat jadiin dirinya sebagai trending topic. Apalagi sekarang ada ask fm, lo tinggal tanya-tanya dia aja tanpa harus membuka identitas lo alias jadi anonim.

4. Jangan Terlalu Ngebet

Jangan terlalu menunjukan kalau lo ngebet sama dia, karena semakin lo keliatan ngebet sama dia, biasanya dia malah makin ‘naikin harga’. Jadilah orang ngarep yang kalem, gak usah buru-buru atau frontal, cukup sesekali aja tebar kode supaya dia penasaran.

5.  Jadilah lebih dari yang diharapkan

Cewek perfeksionis biasanya udah bikin semacam syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk jadi cowok idamannya. Lo harus buktiin kalau pengharapan dia itu gak ada apa-apanya dengan kesungguhan lo. Kalau bisa jadi lebih, kenapa tidak? Nah! Kalau lo udah bisa jadi seseorang yang lebih dari yang diharapkannya, dia pasti mau meleleh sama lo.

Itulah beberapa tips buat lo yang tertangtang ingin menaklukan hati seorang cewek perfeksionis. Berhasil atau tidaknya semua tergantung lo, dan juga keberuntungan tentunya. Hehehe. Satu hal penting sebelum lo nyoba ini, jangan lupa ngaca! J